Paguyuban Sepeda Kuno SEDJOLI

 

Paguyuban Sepeda Kuno SEDJOLI - Mengenang Romantisme dan Patriotisme.

Kesibukan harian membuat anda hanya punya akhir pekan untuk melepas penat. Kemudian anda memutuskan jalan pagi di sekitar Taman Bungkul dan Taman Surya Surabaya. Maka kalau tidak  salah mata anda akan terantuk pada puluhan sepeda kuno yang terparkir di seberang jalan Taman BungkulS urabaya. Beberapa diantara mereka berpakaian layaknya “meneer” dengan memakai topi Belanda zaman Kolonialisasi dulu. Sebagian lagi memakai blangkon.

Ya, anda baru saja menemukan komunitas yang menamakan diri Paguyuban Sepeda Kuno SEDJOLI (Sepeda Kuno Jowo Asli). Disebut demikian karena mereka berromantisme dengan masa lalu. Dimana sepasang sedjoli masih mengendarai sepeda kumbang saat Surabaya belum sesak oleh polusi.

Mereka memang ingin menyampaikan pesan hidup sehat dengan cara memakai sepeda (yang kebetulan kuno). Selain lebih hemat, ramah lingkungan, tentunya nyentrik. Minimal begitulah menurut para Sedjolimania, “Dengan bersepeda, otot kita terus bergerak, sehingga kesehatan tubuh pun terjaga”.

Paguyuban Sepeda Kuno SEDJOLI (Sepeda Djowo Asli) diketuai oleh Setyo Adi. Sedjoli sendiri sejauh ini dihuni oleh 84 anggota. Ada kemungkinan angka tersebut terus bertambah. SEDJOLI sendiri sudah berjalan lima tahun ini, tepatnya sejak 16 Maret 2008. Banyak hal menarik yang didapatkan dari bersepeda kuno karena kepuasan bukan terletak pada mahal atau tidaknya material sebuah sepeda, tapi pada cara mereka mencintainya.

Komunitas ini bersekretariat di Kedung Cowek (Bengkel Sepeda Sedjoli) dan Jl. Randu 10 (Nasi Goreng Sedjoli) Surabaya. Para anggotanya berasal dari berbagai kalangan, antaralain : penjual tempe, pedagang kaki lima, tukang las, tukang batu, pabrikan, pegawai instansi pemerintah, guru, dll.

Pada dasarnya, Paguyuban Sepeda Kuno SEDJOLI ingin melestarikan sepeda kuno yang kini mulai langka. Selain itu, Paguyuban Sedjoli juga ingin mengenang jiwa patriotism dan nasionalisme seperti pada saat sepeda-sepeda kuno itu berjaya di tanah air.

Sedjoli juga memiliki keunikan, salah satu keunikan Sedjoli adalah kostum yang dikenakan pada acara-acara resmi atau saat menghadiri undangan dari pihak lain. Paguyuban ini memakan busana Jawa lengkap seperti yang biasa digunakan masyarakat Jawa Tradisional dan juga baju sang Proklamator Bung Karno untuk mengenang jiwa patriotisme dan nasionalisme.

Melihat mereka, kita memang akan diingatkan dengan romantisme Jawa masa silam dan Pejuang Bangsa tempo dulu. Sebagai contoh pelestarian budaya yang unik dari Paguyuban Sepeda Kuno SEDJOLI.